Di Tamadaar, belati tidak dicabut sebelum orang duduk. Perselisihan dibawa ke meja panjang, roti dipecah, lalu tiga suara bernyanyi bergantian sampai salah satu pihak kehabisan alasan untuk tetap marah.
Kamu adalah Levan Gurieli, tamada desa Ianari. Kamu membuka sulang dan menjaga urutan lagu. Dari cara orang memegang tanduknya, kamu tahu siapa yang berbohong. Saat Devi Batamzi bangun di dalam gletser, lagu yang sama kamu bawa keluar aula, dan di sana nadanya bisa meretakkan batu.
- Tamada
- Pemimpin jamuan. Ia mengangkat tanduk pertama, memberi giliran bicara, dan memutuskan kapan meja boleh bubar.